Selasa, 17 Januari 2017

Pengertian Kepemimpinan, Peran Pemimpin, dan Teori 4 Sistem menurut Ransis Likert

KEPEMIMPINAN  

      Dalam bahasa inggris pemimpin disebut leader. dalam kata itu terkandung beberapa arti yang saling erat berhubungan: bergerak lebih awal, berjalan di depan, mengambil langkah pertaman, berbuat paling dulu, memelopori, mengarahkan pikiran-pendapat-tindakan orang lain, membimbing, menuntun, menggerakkan orang lain melalui pengaruhnya.
       Dengan menjadi pemimpin, seseorang mendapat kedudukan tertinggi dalam lingkungan, berikut kekuasaan, failitas hidup, alat kerja dan keuntungan yang melekat pada jabatan kepemimpinan itu. Namun inti kepemimpinan bukan pertama-tama terletak pada kedudukan yang ditempati. Inti kepemimpinan adalah fungsi atau tugas. dia ada demi sesuatu yang lain, bukan demi dirinya sendiri. Titik perhtaiannya adalah tujuan dan cita-cita yang mau dicapai, dan tujuan serta cita-cita itu harus dicapai karna berguna, bermanfaat dan penting bagi kesejahteraan kehidupan banyak orang
      Tugas kepemimpinan adalah tugas pengabdian, dia dipanggil demi penyelesaian masalah, demi tujuan dan cita-cita bersama. tujuan dan cita-cita merupakan unsut yang pertama dan paling pokok dalam kepemimpinan

      Dalam aspek kehidupan, kepemimpinan mempunyai peran yang sangat penting dan strategis. dalam hal ini Courtois berpendapat bahwa : "kelompok tanpa pemimpin seperti tubuh tanpa kepala, mudah menjadi sesat, panik, kacau, dan anarki."
PERAN PEMIMPIN
Kepemimpinan mempunyai peran yang sangat penting dan strategis dalam aspek kehidupan kelompok, organisasi, dan negara.
  •  Courtouis berpendapat:
    • Kelompok tanpa pemimpin seperti tubuh tanpa kepala, mudah menjadi sesat, panik, kacau, dan anarki.
    • Organisasi tanpa pemimpin bagaikan kapal tanpa nahkoda.
  •  Beberapa hal pentingnya kepemimpinan dalam aspek kehidupan antara lain sebagai berikut:
    • Pemimpin menetapkan dan mengembangkan visi dan misi organisasi masa depan.
    • Pemimpin mengkoordinasikan kegiatan orang dan kerja secara efektif dan efisien.
    • Pemimpin menggerakkan, memberdayakan, mengarahkan sumber daya secara terpadu aman terkendali.
    • Pemimpin menentukan strategi dan penetapan keputusan (decision making).
    • Pemimpin mengelola perubahan (change) dan pertumbuhan (growth).
    • Pemimpin mencapai keberhasilan tujuan organisasi. 
Dalam perspektif yang lebih sederhana terdapat 3 macam peran pemimpin yang disebut 3A, yakni:
  1. Alighting, Menyalakan semangat pekerja dengan tujuan individunya.
  2. Aligning, Menggabungkan tujuan individu dengan tujuan organisasi sehingga setiap orang menuju ke arah yang sama.
  3. Allowing, Memberikan keleluasaan kepada pekerja untuk menentang dan mengubah cara kerja mereka.
TEORI 4 SISTEM MANAJEMEN LIKERT
Menurut Rensis Likert di dalam Fred Luthans (1995) menyusun teorinya bertolak dari dua jenis perilaku kepemimpinan, yakni perilaku kepemimpinan yang berorientasi pada anggota organisasi. Likert membagi perilaku dan gaya kepemimpinan menjadi empat sistem, yaitu:
  1. Sistem I : Exploitative autocratic →  Perilaku atau gaya kepemimpinan ditunjukkan oleh pemimpin sebagai pihak yang berhak menyelesaikan masalah-masalah organisasi sebagai satu-satunya pengambil keputusan dan memberikan perintah dan pimpinan tidak menaruh kepercayaan dan karenanya tidak melimpah sedikit pun wewenang pada bawahan.
  2. Sistem II : Benovelent Autaocratic  Perilaku atau gaya kepemimpinan ini ditunjukkan dengan sudah memberikan kesempatan kepada bawahan atau anggota organisasi untuk menyampaikan komentar terhadap keputusan dan perintah pimpinan sebagai atasan. pendapat kadang diterima da lebih banyak ditolak.
  3. Sistem III : Participative →  Perilaku atau gaya kepemimpinan ini ditunjukkan dengan memberikan kesempatan pada anggota organisasi atau bawahan ikut serta dalam menerapkan tujuan, membuat keputusan dan mendiskusikan perintah-perintah.
  4. Sistem IV : Democratic Perilaku atau gaya kepemimpinan ini ditunjukkan dengan pemecahan masalah pekerjaan dan organisasi secara bersama-sama antara pimpinan sebagai atasan dengan anggota organisasi sebagai bawahan. Sebelum membuat keputusan pimpinan selau mempertimbangkan pendapat bawahan.


 
Sumber:
Mangunhardjana, A,M. (1976). Kepemimpinan. Yogyakarta: Kansius.
Soekarso & Putong, I. (2015). Kepemimpinan: Kajian Teoritis dan Praktis.
Ismainar, Hetty. (2015). Manajemen Unit Kerja: Untuk Perekam Medis dan Informatika Kesehatan Ilmu Kesehatan Masyarakat Keperawatan dan Kebidanan. Yogyakarta : Deepublish.
http://dokumen.tips/documents/teori-kepemimpinan-tm-3-4-pdf.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar