Minggu, 19 Oktober 2014

Kerupuk Berbahaya (Reportase)


    Kerupuk merupakan makanan yang disukai banyak orang. Rasanya yang gurih dan kriuk saat dimakan. Dari berbagai macam jenis kerupuk, yang paling sering dijumpai yaitu kerupuk kaleng/aci/tapioca

    Tahukah bahwa ada zat-zat berbahaya yang terkandung didalamnya?? Sejatinya kerupuk itu miskin gizi, kerupuk pun hanya sekedar untuk cemilan atau selingan. Meski demikian banyak orang Indonesia yang menggemarinya. Namun, kita wajib terhadap makanan yang satu ini.

    Fakta dari hasil penelusuran Tim Investigasi Trans menemukan bahwa ada oknum pembuat kerupuk aci dan kerupuk lipat yang mengandung boraks, bleng dan tawas.

    Bocil, salah satu oknum pembuat kerupuk tersebut mengatakan bahwa kerupuknya akan kurang laku jika tidak memakai zat-zat berbahaya tersebut, karena zat itu membuat tampilan kerupuk akan menarik dan tahan lama. Ironis memang. Dirinya juga mengungkapkan bahwa bleng mudah didapat dipasar-pasar. Bleng merupakan boraks yang ditambah garam.

    Boraks, zat yang biasanya digunakan untuk membasmi kecoa dan Tawas, yang mengandung alumunium sulfat, biasa digunakan sebagai penjernih air. Perlu diketahui bahwa yang paling berbahaya dalam tawas yaitu kandungan alumuniumnya karena bila terlalu sering dikonsumsi maka akan semakin mengendap didalam tubuh dan dapat menyebabkan gangguan syaraf seperti hingga alzeimer dalam jangka panjangnya. Boraks tidak boleh ditambahkan ke dalam makanan dalam jumlah berapapun karena merupakan zat yang berbahaya.

    Namun, hal tersebut tidak pernah dipikirkan oknum pembuat kerupuk seperti bocil, mereka hanya memikirkan keuntungan yang didapat dari penjualan kerupuk tersebut. Hal itu bahkan dipelajari dari pabrik pembuat kerupuk tempat dia bekerja dulu.

    Dalam prosesnya dirinya memakai tepung tapioca, terigu dan tak lupa menambahkan tawas dan bleng. Itu agar kerupuk dalam 2-3 hari tidak tengik dan untuk kerupuk lipat agar bagus warnanya. Dalam sehari dirinya membuat hingga 50 kg tepung bahan kerupuk yang disebar ke warung-warung hingga ke luar kota. Dalam satu toples besar berisi 40-50 kerupuk yang dijual Rp 400,- per buah. Bahkan di pabrik besar tempatnya bekerja dulu hingga memproduksi 1-2 kwintal bahan kerupuk tiap hari. Bahkan pemasarannya semakin luas dari mulai armada sepeda, motor, gerobak ke segala penjuru hingga ke perumahan dan restoran.

    Hasil penelusuran lainnya yaitu dari 10 sampel kerupuk aci yang dimabil di tempat berbeda, dari warung hingga supermarket ditemukan bahwa dari 10 sampel kerupuk 5 diantaranya terdeteksi mengandung bahan berbahaya termasuk kerupuk buatan bocil dan pabrik tempat dia bekerja dulu. Serta dari uji bulu domba terdeteksi adanya zat pewarna makanan tekstil.

    Berikut tips membedakan kerupuk aci yang sehat dan tidak

Kerupuk Baik/sehat
Kerupuk tidak baik
·         Warna kerupuk tidak terlalu putih
·         Warna lebih putih (itu dikarenakan tawas yang digunakan)
·         Apabila diremuk langsung remuk garing
·         Apabila diremuk akan sedikit melawan
·         Kerupuk yang dimakan tidak menyakiti kerongkongan
·         Kerupuk yang dimakan akan menyakiti kerongkongan




    Adapun tips cara menikmati kerupuk yaitu adalah hindari makan kerupuk hanya sebagai snack, jadi yang baik adalah sebagai pendamping makanan yang lain

    Namun, tetap ada produsen kerupuk yang jujur. Dalam wawancaranya dengan tim trans investigasi, dirinya mengatakan bahwa sebenarnya tanpa menggunakan zat-zat itu, maka kerupuk dapat maksimal hasilnya apabila pas dalam mangaduk adonannya, sampai matang, mengukus juga sampai matang, seperti soda kue. Dengan cara itu maka oksigen akan terikat dengan tepung. Untuk penyedap rasanya bisa ditambah daun bawang.

    Biar  bagaimanapun cara yang paling aman adalah membuat kerupuk sendiri dengan kreasi masing-masing.  Tapi perlu diperhatikan pula bagi yang gemar dengan makanan yang satu ini untuk mencari kerupuk yang sehat.


Source:  Jurnal Bidan Diah & Reportase Trans TV

Tidak ada komentar:

Posting Komentar